Cerpen ini hanya fiksi namun sering terjadi nyata dalam urusan cinta dunia maya.
Yuukk baca....dan ambil hikmahnya.. :)
彡 Satu jam saja 彡
Udara pagi yang sejuk kota Semarang,nampak di sebuah kantin didalam Universitas Diponegoro seorang gadis tengah asyik bermain dengan laptopnya.
"DOOOOORRRRRRRR!!!!" teriak charera nyaring sekali mirip petasan pengantin sunat yang langsung bikin Yani jadi sewot
"Ah,,,,Rese' lo nenek lampir" balas Yani manyun
"wkwkkwk salah sendiri,gue udah disini dari tadi lo gak nyadar. malah cengar cengir sendirian,pasti Fauzi lagi kan?"
"Pinter banget sih lo...." jawab Yani sambil senyum
"Ciyeee...yang lagi kasmaran.....napa gak kopdar aja?"
"ntar....tunggu tanggal mainnya......" Jawab Yani sambil ngeloyor pergi disusul charera.
Yani emang lagi dekat dengan Fauzi,cowok yang dikenalnya lewat jejaring sosial Facebook. Setelah mengatur rencana,akhirnya mereka berdua sepakat untuk kopi darat disebuah pantai yg terkenal dikota semarang,iya...pantai Marina.
"Hay......Yani ya?" sapa seorang cowok yg memakai kaos warna hitam.
"kamu Fauzi?" Yani balik nanya
"Yups....ternyata asli sama fotonya,masih cantikan fotonya yah...?" Fauzi mulai menggoda
"ikh...apaan seh....." jawab Yani manyun sambil nyubit lengan Fauzi.
"Oh iya yan...aku cuma punya waktu 1 jam untuk nemenin kamu,soalnya aku ada kerjaan abis ni"
"oke...gak papa..."
"Ke pinggiran pantai yuk,,,ngobrol disana keknya lebih asyik"
Mereka berdua pun duduk dipinggiran pantai sambil terus bercanda,seperti sudah kenal lama. Mereka habiskan waktu 1 jam untuk berbagi canda tawa.
***
Akhirnya Fauzi dan Yani resmi pacaran,semakin hari kebahagiaan tersirat dari wajah Yani. Karna memang setelah mengenal Fauzi,Yani jadi tambah ceria.
Hal ini bikin Charera sahabatnya jadi suka godain dia.
"Ciyeee.....yang tambah sarap aja....."
"ah lo kerjaannya sirik mulu"
"ciye ciyeeee......btw.....emang bener kok,lo tambah sarap semenjak kenal Fauzi"
"Yang penting kan gue bisa senyum charera sahabat gue yang paling baweeellll......." kata Yani sambil deketin mukanya ke charera.
"wkwkwkwkwk,,,iya deh..ngerti aja,biar cepet :D"
Waktu terus berjalan,hari terus berganti.....hubungan Yani dan Fauzi semakin erat. Yani sendiri sangat mencintai Fauzi.
Tapi entah mengapa udah 1 minggu ini Fauzi menghilang tanpa kabar. Jelas saja ini bikin Yani down....karna biasanya Fauzi yg slalu bikin hari harinya tersenyum.
Dan kepada Charera dia luapkan kesedihannya.
"Maksih ya Charera....lo slalu ada saat gue butuhin..." kata Yani sambil menangis sesenggukan dipundak charera.
"udah.....lo sabar aja...pasti Fauzi bakal nyari lo"
"gue gak habis pikir aja,,,apa selama ini dia cuma mainin gue aja...kenapa tiba tiba menghilang tanpa kabar?"
"hussttt,,,jangan bilang gitu,percayakan semuanya sama Tuhan saja,kalo emang Fauzi itu jodoh yang Tuhan takdirkan untuk lo,pasti dia bakal kembali sama lo. tapi kalo emang dia bukan jodoh lo,sebesar apapun cinta lo ke dia,lo gak bakal bersatu sama dia. udah....ambil hikmahnya aja...." charera menasehati sahabatnya.
"iya...lo bener...makasih ya charera ...." Kata Yani sambil mengangkat kepalanya dari pundak charera,dan charera hanya tersenyum.
Namun tiba tiba Yani dikagetkan oleh panggilan dari HPnya,terlebih tertera nama Fauzi. buru" dia mengangkat telponnya.
"Hallo Fauzi....kamu kemana aja selama ini..... Pantai Marina? sekarang? iya aku kesana sekarang" Yani menutup telponnya
"Lo mau nemuin Fauzi di Marina? Perlu gua anter gak yan?" kata charera menawarkan Diri.
"gak usah,,,ntar ngrepotin lo,gue naik taksi aja. " kata Yani kemudian berlalu dari hadapan charera.
***
"Fauzi....kamu kemana aja selama ini?'" tanya Yani setelah bertemu Fauzi
"aku mau ngasi ini yan" Fauzi menyerahkan sebuah undangan yang tertera namanya bersama wanita lain.
"Apa maksud semua ini?" tanya Yani antara shock dan tidak percaya
"maafin aku Yan,aku ingin jelasin semuanya sama kamu. sebenarnya aku sudah bertunangan,seminggu lagi akan menikah. Maafin aku yg baru bisa jujur sekarang..." jelas Fauzi yang hanya dijawab Yani dengan tangisannya.
"Seandainya saja,Tuhan mempertemukan aku denganmu lebih dulu,sudah aku nikahin kamu. aku juga sayang banget sama kamu,tapi aku tak mungkin mengecewakan calon istriku yang sudah lama menemaniku..." Sambung Fauzi,sedangkan Yani hanya diam dan terus menangis tanpa mampu berucap sedikitpun. Ada sakit dihatinya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Hanya kelu yang dia rasa.
"maafin aku Yan...kumohon berhentilah untuk menangis..." Fauzi mengusap airmata Yani
"Aku menangis bahagia untukmu..." Kata Yani lalu dia berlari ke arah pantai.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHHHH...........
TUHAN....aku tak terima permainan nasib dan kehidupan ini....kenapa hanya hanya setetes kebahagiaan lalu kemudian banjir luka dalam hidupku???" Teriak Yani ditepi pantai itu lalu tubuhnya terjatuh.
Fauzi ingin menghampiri Yani ,namun niat itu diurungkan. Dia hanya melihat Yani dari kejauhan,,,Gadis itu terus saja terisak dalam tangis,sambil sesekali tangannya menyeka airmata.
Lama sekali Yani tidak beranjak dari tempat itu,Fauzi pun mendekatinya...
"yan ....ijinin aku memelukmu untuk yang terakhir satu jam saja...." kata Fauzi lalu dia memeluk Yani,Fauzi terus mengucapkan kata maaf,sedangkan Yani hanya terus terisak menangis.
"Kenapa baru jujur sekarang,disaat aku sudah terlanjur sayang banget sama kamu? disaat perasaanku udah terlalu bahkan sangat dalam untukmu?"
"Maafin aku....aku tak ingin kehilanganmu,tapi aku juga tak bisa mengubah takdir Tuhan,bahwa aku harus berjodoh dengannya...,Jangan lupakan aku,kenang aku sebagai orang yang pernah ada dalam hatimu...,kenang kisah ini untuk kita ceritakan pada orang lain bahwa sebenarnya ini adalah cerita yang indah."
"kamu tau,,,pertama kali kita bertemu ditempat ini,satu jam saja aku sudah bisa cintai kamu...tapi saat ini,,,satu jam saja tidak mungkin bisa hapus rasa cintaku ke kamu yang udah terlanjur mendalam.... ingat itu...." Kata Yani sambil meninggalkan Fauzi dan terus berderai airmata.
***
Hari ini pernikahan Fauzi,Yani memberanikan untuk datang melihat orang yang dia cintai menikah dengan orang lain.
Kembali butiran butiran hangat membasahi pipinya,dia harus menyaksikan Fauzi duduk dipelaminan bersama orang lain meskipun dari kejauhan.
"Benar kata Charera..Sebesar apapun aku mencintainya kalo dia bukan takdirku,aku tidak akan pernah bersanding dengannya.
Benar kata Fauzi...Sebenarnya kisah ini indah untuk diceritakan sebagai cerita yang indah,asalkan aku mau belajar mengambil hikmahnya.
Terimakasih Fauzi...mungkin tanpa pertemuan denganmu,aku tidak akan merasakan sakit ini,sakit yang mengantarkanku pada kedewasaan,semoga engkau bahagia bersamanya....doaku slalu menyertaimu....
Sayang....aku mencintaimu......"
Dan Yani pergi meninggalkan tempat itu,meninggalkan tangis disana...
Membawa hatinya yang luka...yang entah dia sendiri tak tau harus bagaimana,,,
"Tuhan...kutitipkan hati ini padamu....." katanya sambil mengusap airmata.
TAMAT
==================================
Anak yasika yang baik....
Banyak sekali kepalsuan didunia maya...
Berhati hatilah dalam mengenal seseorang,
Banyak yang sudah punya pasangan,tapi mengaku lajang...
Dan akhirnya hanya menyisakan luka...
Semoga kita tidak termasuk didalamnya....
Amiinnn....
Created by : Mimin Rian
pertama kali bacanya jujur, sedih banget. tapi itu takdir yang udah ada dari awal kita melihat dunia ini. mengambil hikmah dari suatu kejadian adalah profesor yang paling berharga dalam hidup untuk kedepannya. so do the best in your life...
BalasHapus